Pentingnya Perencanaan
Perguliran
Masih ingatkah anda pada salah satu motto dari UPK Kecamatan
Ngoro, yaitu ; “Perguliran Terus, Tunggakan NO !”, ya motto tersebut sebenarnya
tidak asal saja dibuat. Motto itu sesungguhnya didasari pada hal-hal atau
kebiasaan-kebiasaan baik yang memang harus dipertahankan, bahkan harus lebih
kreatif menciptakan terobosan-terobosan baru yang mendukung terciptanya sistem
pengelolaan perguliran SPP menjadi lebih baik.
Kalau kita amati bersama, sebenarnya ada hal baik yang
dipertahannkan bahkan menjadi sebuah tradisi, yaitu ; UPK Kecamatan Ngoro
selalu merencanakan Kegiatan Perguliran dengan baik, ini terbukti dengan
munculnya apa yang mereka sebut dengan “Prediksi Angsuran dan Perguliran SPP”.
Prediksi ini dibuat sebagai perencanaan perguliran pada bulan berjalan, dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Hasil Akhir / Rekomendasi / Keputusan Rapat Pendanaan oleh Tim Pendanaan, yang memutuskan kelompok yang terdanai dan nominal pendanaan per kelompok yang disetujui.
- Daftar Tunggu Kelompok terdanai yang telah diputuskan pada rapat pendanaan bulan lalu tapi belum realisasi pergulirannya karena dana yang tersedia di UPK tidak mencukupi.
Dengan memperhatikan dua hal tersebut,
maka perencanaan dibuat atau yang biasa mereka sebut sebagai Prediksi disusun
dalam setiap awal bulan. Adapun ada 4 manfaat dari sebuah “Prediksi” ini adalah
:
1. Sebagai
alat kontrol seorang Kasir dalam menerima angsuran kelompok, baik nominal
angsuran pokok dan jasanya, maupun tanggal jatuh tempo di masing-masing
kelompok.
2. Sebagai
alat kontrol bagi seorang Bagian Pinjaman, terhadap kemampuan Saldo Kas SPP
sehingga kapan harus merealisasikan Perguliran ke masing-masing kelompok yang
sudah diputuskan di Rapat Pendanaan.
3. Sebagai
alat kontrol bagi seorang Bagian
Keuangan, terhadap saldo Kas SPP / idle di setiap akhir bulan, yang memang
sangat tidak dianjurkan bagi UPK untuk memperbesar idle money yang besar tanpa
ada alas an yang diperbolehkan oleh Program.
4. Sebagai
salah satu alat kontrol kinerja UPK dalam pengelolaan kegiatan Perguliran SPP.
Demikian hal baik yang tidak ada salahnya,
bisa dicontoh bagi UPK-UPK yang lain, agar perencanaan kegiatan dana bergulir
semakin baik. Sebuah perencanaan yang baik, pasti akan menghasilkan sebuah pelaksanaan
kegiatan yang baik pula. Akhirnya NO Penyelewengan, NO Tunggakkan ! (chuluk-fk
ngoro)
------ oo)(oo ------
Reward, masih perlu kah ?
Oleh : Chusnul Chuluk / FK Ngoro, #2/1-8-2013
Reward adalah
sebuah penghargaan atas prestasi seseorang, lembaga atau sekempulan beberapa
orang yang mewakili sebuah komunitas atau organisasi, baik skala kecil maupun
dalam skala yang lebih besar. Reward juga bisa menjadi alat ukur atas prestasi,
juga bisa sebagai pemicu/stimulus sebuah semangat kerja, baik kerja secara
professional atau kerja secara sukarela.
Tidak
terkecuali, di Kecamatan Ngoro dalam kaitannya dengan kegiatan PNPM-Mandiri
Perdesaan. Sebagai contoh, dalam pengelolaan Papan Informasi (PI) PNPM-Mandiri
Perdesaan di masing-masing desa. Perlu diketahui, bahwa di saat-saat akhir perjalanan Program ini, tidak sedikit
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) yang semangatnya semakin “kendor”,
mungkin karena sudah jenuh dengan rutinitas tahapan program atau bisa jadi
selama ini tidak pernah ada reward yang diberikan.
Sehubungan
dengan hal tersebut, untuk memacu semangat juang teman-teman KPMD dalam
pengelolaan PI, maka di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Ngoro telah
disepakati akan diberikan reward bagi
pengelolaan PI yang baik dan ter-update. Bagai tanah kering yang diguyur air
hujan, rencana pemberian reward tersebut disambut dengan antusias oleh para Kader
dalam “menghidupkan” lagi keberadaan PI yang selama ini semakin tidak terurus
oleh mereka. Tidak hanya sekedar menghidupkan kembali PI, tapi dengan pemberian
reward juga bisa memunculkan kembali swadaya masyarakat untuk pengadaan PI yang
selama ini sudah dalam kondisi tidak terawat dan rusak.
Rencana pemberian reward pengelolaan PI
ini akan diberikan setiap tiga bulan sekali bagi yang pengelolaan PI terbaik. Katagori
terbaik adalah bagi yang pengelolaan PI
yang, antara ;ain ; ter-update secara periodik, keberagaman informasi yang
ditampilkan, dan keindahan tata letaknya. Dari mulai disosialisasikan rencana
tersebut, terhitung belum ada 1 bulan, di akhir bulan Juli 2013 ini, sudah ada
dua PI PNPM-MPd. desa yang telah
dikelola dengan baik. Semoga yang lain segera menyusul, dan diucapkan selamat bagi
para KPMD bersaing dalam merebutkan rewardnya. (chuluk-fk, 1/8/13)
------ oo)(oo ------
Tunggakkan NO !
Oleh : Chusnul Chuluk / FK Ngoro, #1/13-3-2013
Unit Pengelola Kegiatan (UPK)
Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, per April 2013 ini memiliki asset productif
Rp. 3.426.143.000,- dengan jumlah kelompok 195 kelompok Simpan Pinjam Perempuan
(SPP). Sekilas kalau kita melongok ke “dapur” UPK Kecamatan Ngoro terkesan
biasa-biasa saja, keadaan kantor yang sederhana dengan di “huni”oleh 1 orang
Ketua/Manager, 2 orang Bagian Keuangan dan Bagian Pinjaman, 1 orang Kasir/Staf
Bagian Keuangan serta 2 orang Pendamping Lokal (PL), tetapi dengan k
eterbatasan sarana prasarana yang ada UPK Kecamatan Ngoro bertekat bahkan sudah menjadi mottonya, yakni “Perguliran Terus, Tunggakkan NO !”. Rupanya motto itu tidak hanya sekedar motto atau selogan kosong belaka, tapi itu semua dibuktikannya dengan serius. Buktinya di UPK Kecamatan Ngoro sejak berdiri tahun 2007 sampai per April 2013 ini kondisi Kolektibilitasnya mencapai NOL sehingga Rasio Cadangan Penghapusannya tidak beranjak dari titik 1%.
eterbatasan sarana prasarana yang ada UPK Kecamatan Ngoro bertekat bahkan sudah menjadi mottonya, yakni “Perguliran Terus, Tunggakkan NO !”. Rupanya motto itu tidak hanya sekedar motto atau selogan kosong belaka, tapi itu semua dibuktikannya dengan serius. Buktinya di UPK Kecamatan Ngoro sejak berdiri tahun 2007 sampai per April 2013 ini kondisi Kolektibilitasnya mencapai NOL sehingga Rasio Cadangan Penghapusannya tidak beranjak dari titik 1%.
Prestasi tersebut tentu saja
dibarengi dengan 5 strategi yang terus menerus dijalankan dengan konsisten,
antara lain :
- Penjadwalan Mekanisme Perguliran yang baik.
Perguliran
di UPK Kecamatan Ngoro dijadwal dengan baik, yang diawali dengan penerapan
jadwal ; minggu 1 – 3 adalah periode pengajuan proposal SPP dari kelompok,
minggu 2 – 4 adalah periode verifikasi kelompok oleh TV Perguliran, minggu ke-5
Rapat Tim Pendanaan, sehingga pada akhir bulan sudah bisa diumumkan Jadwal
Perguliran SPP ke Kelompok beserta review rangking kelompok daftar tunggu.
- Pembatasan Waktu Perguliran.
Perguliran
di yang dikelola di UPK Kecamatan Ngoro dibatasi hanya pada minggu ke-1 sampai
minggu ke-4. Sehingga pada minggu terakhir pada setiap bulan sudah tidak ada
lagi kegiatan Perguliran SPP ke Kelompok. Ini dimaksudkan agar mengurangi jatuh
tempo angsuran pada tanggal-tanggal akhir pada setiap bulannya. Strategi ini
juga berdampak untuk memperkecil idle maney pada akhir bulan.
- Kasir dengan daftar prediksi angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo.
Kasir
/ Staf Keuangan yang salah satu tugasnya adalah menerima anggusan dari
Kelompok, diberikan daftar angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo, sehingga
bila ada kelompok yang telat bayar mudah sekali diidentifikasi dalam setiap
harinya.
- Jemput Bola.
Strategi
selanjutnya adalah ”Jemput Bola”. Apabila ada laporan dari kasir ada kelompok
yang telat bayar, maka langka pertama diingatkanlah kelompok tersebut via
telphon agar segera mengangsur karena sudah telat jatuh temponya.
Kemudian
bila ternyata ditunggu sampai 2 hari tidak juga mengangsur, maka UPK segera
”menyerbu” ke lokasi/kediaman ketua kelompok untuk menagih secara langsung
kewajiban angsuran yang seharusnya dibayarkan ke UPK.
- Membangun Komunikasi dan Hubungan baik dengan Pelaku Desa.
Strategi
terakhir ini sangat penting dalam rangka pengendalian kegiatan SPP di
kelompok-kelompok yang ada di 13 desa se kecamatan Ngoro. Bahkan bisa dibilang
strategi ini adalah strategi kunci karena dengan komunikasi dan hubungan baik
diantara pelaku desa terutama kepada Kepala Desa, maka semua komponen pelaku
desa ikut bertanggungjawab dan ikut menjaga sistem yang sudah dibangun dan
disepakati terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan SPP di desa masing-masing. (Ch. Chuluk / FK
Ngoro)
------ oo)(oo ------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar