Senin, 20 Mei 2013

MAD Informasi Integrasi

MAD dilaksanakan di Desa Badang, dihadiri oleh delegasi dari 13 desa se kec. Ngoro. MAD mengagendakan :
1. Penyampaian penetapan pendanaan untuk keg. integrasi di 3 desa ; desa kauman, ngoro dan pulorejo
2. Penetapan alokasi DOK 2013
3. Penetapan alokasi DOK Integrasi
4. Penetapan personil PL-UPK/Perguliran
5. Pembahasan dan penetapan penggunaan bunga dari rekening BLM untuk support DOK 2013 keg. peningkatan kapasitas masyarakat.

MAD dibuka oleh ketua BKAD Kec. Ngoro, dan dihadiri oleh FasTKab Jombang.

Progres per Minggu ke-4 Mei 2013

Pencairan :
Tanggal  11 April 2013   : Cair ke Rekening UPK Rp. 513.000.000,-

Penyerapan :
Tanggal  06 Mei 2013    :  Penyaluran BLM untuk kegiatan SPP 4 Desa 9 Kelompok = Rp. 126.842.100,-
Tanggal  07 Mei 2013     : Penyaluran BLM untuk kegiatan SPP 5 Desa 8 Kelompok = Rp. 164.736.900,-
Tanggal  10 Mei 2013     : Penyaluran BLM untuk kegiatan Fispras 8 Desa                 = Rp. 191.815.300,-
Tanggal  13 Mei 2013     : Penyaluran BLM untuk kegiatan Fispras 1 Desa                 = Rp.   29.515.500,-
Jadi per tanggal 13 Mei 2013 UPK sudah melakukan penyerapan BLM sebesar = Rp. 512.909.800 atau  99,89% dari pencairan tahap I

Pelaksanaan :
Per Minggu ke-4 Bulan Mei 2013, desa yang sudah melaksanakan keg. fispras ada 4 desa ; desa sidowarek, pulorejo, jombok dan kauman.                                         

Selasa, 14 Mei 2013

Pelaksanaan Kegiatan Fispras

Mulai hari Minggu, 12 Mei 2013 pelaksanaan trial kegiatan fispras sudah dimulai dan langsung dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan fispras, hingga per tanggal 14 Mei 2013 sudah 3 desa yang melaksanakan kegiatan fispras, yaitu ; Kegiatan Pembangunan Jalan Rabat Beton Dsn. Kepuhpandak di Desa Sidowarek, Kegiatan Pembangunan Saluran Irigasi di Dsn. Bakalan- Katerban Desa Pulorejo dan Kegiatan Pembangunan TPT di Dsn. Dawuhan Desa Jombok. Berikut foto-foto kegiatan :



Minggu, 12 Mei 2013

Tunggakan NO!


good practices 1/13-3-2013

Tunggakkan NO !
 Oleh : Chusnul Chuluk / FK Ngoro

            Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, per April 2013 ini memiliki asset productif Rp. 3.426.143.000,- dengan jumlah kelompok 195 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Sekilas kalau kita melongok ke “dapur” UPK Kecamatan Ngoro terkesan biasa-biasa saja, keadaan kantor yang sederhana dengan di “huni”oleh 1 orang Ketua/Manager, 2 orang Bagian Keuangan dan Bagian Pinjaman, 1 orang Kasir/Staf Bagian Keuangan serta 2 orang Pendamping Lokal (PL), tetapi dengan keterbatasan sarana prasarana yang ada UPK Kecamatan Ngoro bertekat bahkan sudah menjadi mottonya, yakni “Perguliran Terus, Tunggakkan NO !”. Rupanya motto itu tidak hanya sekedar motto atau selogan kosong belaka, tapi itu semua dibuktikannya dengan serius. Buktinya di UPK Kecamatan Ngoro sejak berdiri tahun 2007 sampai per April 2013 ini kondisi Kolektibilitasnya mencapai NOL sehingga Rasio Cadangan Penghapusannya tidak beranjak dari titik 1%.
            Prestasi tersebut tentu saja dibarengi dengan 5 strategi yang terus menerus dijalankan dengan konsisten, antara lain :
  1. Penjadwalan Mekanisme Perguliran yang baik.
Perguliran di UPK Kecamatan Ngoro dijadwal dengan baik, yang diawali dengan penerapan jadwal ; minggu 1 – 3 adalah periode pengajuan proposal SPP dari kelompok, minggu 2 – 4 adalah periode verifikasi kelompok oleh TV Perguliran, minggu ke-5 Rapat Tim Pendanaan, sehingga pada akhir bulan sudah bisa diumumkan Jadwal Perguliran SPP ke Kelompok beserta review rangking kelompok daftar tunggu.
  1. Pembatasan Waktu Perguliran.
Perguliran di yang dikelola di UPK Kecamatan Ngoro dibatasi hanya pada minggu ke-1 sampai minggu ke-4. Sehingga pada minggu terakhir pada setiap bulan sudah tidak ada lagi kegiatan Perguliran SPP ke Kelompok. Ini dimaksudkan agar mengurangi jatuh tempo angsuran pada tanggal-tanggal akhir pada setiap bulannya. Strategi ini juga berdampak untuk memperkecil idle maney pada akhir bulan.
  1. Kasir dengan daftar prediksi angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo.
Kasir / Staf Keuangan yang salah satu tugasnya adalah menerima anggusan dari Kelompok, diberikan daftar angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo, sehingga bila ada kelompok yang telat bayar mudah sekali diidentifikasi dalam setiap harinya.
  1. Jemput Bola.
Strategi selanjutnya adalah ”Jemput Bola”. Apabila ada laporan dari kasir ada kelompok yang telat bayar, maka langka pertama diingatkanlah kelompok tersebut via telphon agar segera mengangsur karena sudah telat jatuh temponya.
Kemudian bila ternyata ditunggu sampai 2 hari tidak juga mengangsur, maka UPK segera ”menyerbu” ke lokasi/kediaman ketua kelompok untuk menagih secara langsung kewajiban angsuran yang seharusnya dibayarkan ke UPK.
  1. Membangun Komunikasi dan Hubungan baik dengan Pelaku Desa.
Strategi terakhir ini sangat penting dalam rangka pengendalian kegiatan SPP di kelompok-kelompok yang ada di 13 desa se kecamatan Ngoro. Bahkan bisa dibilang strategi ini adalah strategi kunci karena dengan komunikasi dan hubungan baik diantara pelaku desa terutama kepada Kepala Desa, maka semua komponen pelaku desa ikut bertanggungjawab dan ikut menjaga sistem yang sudah dibangun dan disepakati terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan  SPP di desa masing-masing. (Ch. Chuluk / FK Ngoro)

Sabtu, 11 Mei 2013

Penyerapan BLM pertama ke desa


Penyerapan BLM ke Desa
Jumat, 10 Mei 2013
Setelah tanggal 6 dan 7 Mei 2013 telah disalurkan dana BLM untuk kegiatan SPP sebesar Rp. 291.579.000 untuk 9 desa, antara lain ; Desa Sidowarek, Gajah, Sugihwaras, Ngoro, Rejoagung, Kauman, Badang, Pulorejo dan Banyuarang, hari ini tanggal 10 Mei 2013 telah disalurkan BLM untuk kegiatan fispras sebesar Rp. 191.815.300,- untuk 8 desa, antara lain ; Desa  Kauman, Badang, Pulorejo, Banyuarang, Sidowarek, Kesamben, Kertorejo dan Jombok. Sehingga per tanggal 10 Mei 2013 ini penyaluran dana BLM ke desa sudah Rp. 483.394.300,- atau 94% dari pencairan tahap I APBN 40% sebesar Rp. Rp. 513.000.000,-
Selanjutnya UPK segera bisa mengajukan pencairan BLM tahap II APBN.

Capaian per 10 Mei 2013



Capaian Kegiatan PNPM-MPd. TA. 2013
1.       MAD Sosialisai, 100%
2.       MD Sosialisasi, 100%
3.       Identifikasi Usulan  Prioritas Desa, 100%
4.       Pelatihan KPMD, 100%
5.       Review RPJM Desa dan Penyusunan RKP Desa 2013 dan RKP Desa 2014, 100%.
6.       Survey Lapang Usulan Desa (SAP,VAP,MAP), 100%
7.       Fasilitasi Musrenbang Desa (dan MKP serta MD. Perenc. PNPM-MPd. 2013), 100%
8.       Pelatihan TPU, 100%
9.       Penyelesaian Penulisan Proposal Usulan Desa, 100%
10.     Pelatihan TV, 100%
11.     Kunjungan Lapang TV, 100%
12.     Rekomendasi Akhir TV, 100%
13.     MAD Prioritas Usulan, 100%
14.     MAD Penetapan Usulan / Musrenbang Kecamatan, 100%
15.     MD Informasi Hasil MAD, 100%
16.     Penyelesaian Dokumen SPC, 100%
17.     Pelatihan TPK, 100%
18.     Penyelesaian Dokumen SPPB, 100%
19.     Pelatihan TMD, 100%
20.     Pra Pelaksanaan, selesai 12 desa dari 13 desa
21.     Pelaksanaan Lelang Material, 11 desa dari 11 desa yang wajib lelang
22.     Penyaluran BLM pertama ke Desa, sudah ke 12 Desa, mencapai 36% dari total BLM Kec. Ngoro

Alokasi BLM Kec. Ngoro 2013