Minggu, 12 Mei 2013

Tunggakan NO!


good practices 1/13-3-2013

Tunggakkan NO !
 Oleh : Chusnul Chuluk / FK Ngoro

            Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, per April 2013 ini memiliki asset productif Rp. 3.426.143.000,- dengan jumlah kelompok 195 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Sekilas kalau kita melongok ke “dapur” UPK Kecamatan Ngoro terkesan biasa-biasa saja, keadaan kantor yang sederhana dengan di “huni”oleh 1 orang Ketua/Manager, 2 orang Bagian Keuangan dan Bagian Pinjaman, 1 orang Kasir/Staf Bagian Keuangan serta 2 orang Pendamping Lokal (PL), tetapi dengan keterbatasan sarana prasarana yang ada UPK Kecamatan Ngoro bertekat bahkan sudah menjadi mottonya, yakni “Perguliran Terus, Tunggakkan NO !”. Rupanya motto itu tidak hanya sekedar motto atau selogan kosong belaka, tapi itu semua dibuktikannya dengan serius. Buktinya di UPK Kecamatan Ngoro sejak berdiri tahun 2007 sampai per April 2013 ini kondisi Kolektibilitasnya mencapai NOL sehingga Rasio Cadangan Penghapusannya tidak beranjak dari titik 1%.
            Prestasi tersebut tentu saja dibarengi dengan 5 strategi yang terus menerus dijalankan dengan konsisten, antara lain :
  1. Penjadwalan Mekanisme Perguliran yang baik.
Perguliran di UPK Kecamatan Ngoro dijadwal dengan baik, yang diawali dengan penerapan jadwal ; minggu 1 – 3 adalah periode pengajuan proposal SPP dari kelompok, minggu 2 – 4 adalah periode verifikasi kelompok oleh TV Perguliran, minggu ke-5 Rapat Tim Pendanaan, sehingga pada akhir bulan sudah bisa diumumkan Jadwal Perguliran SPP ke Kelompok beserta review rangking kelompok daftar tunggu.
  1. Pembatasan Waktu Perguliran.
Perguliran di yang dikelola di UPK Kecamatan Ngoro dibatasi hanya pada minggu ke-1 sampai minggu ke-4. Sehingga pada minggu terakhir pada setiap bulan sudah tidak ada lagi kegiatan Perguliran SPP ke Kelompok. Ini dimaksudkan agar mengurangi jatuh tempo angsuran pada tanggal-tanggal akhir pada setiap bulannya. Strategi ini juga berdampak untuk memperkecil idle maney pada akhir bulan.
  1. Kasir dengan daftar prediksi angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo.
Kasir / Staf Keuangan yang salah satu tugasnya adalah menerima anggusan dari Kelompok, diberikan daftar angsuran kelompok per tanggal jatuh tempo, sehingga bila ada kelompok yang telat bayar mudah sekali diidentifikasi dalam setiap harinya.
  1. Jemput Bola.
Strategi selanjutnya adalah ”Jemput Bola”. Apabila ada laporan dari kasir ada kelompok yang telat bayar, maka langka pertama diingatkanlah kelompok tersebut via telphon agar segera mengangsur karena sudah telat jatuh temponya.
Kemudian bila ternyata ditunggu sampai 2 hari tidak juga mengangsur, maka UPK segera ”menyerbu” ke lokasi/kediaman ketua kelompok untuk menagih secara langsung kewajiban angsuran yang seharusnya dibayarkan ke UPK.
  1. Membangun Komunikasi dan Hubungan baik dengan Pelaku Desa.
Strategi terakhir ini sangat penting dalam rangka pengendalian kegiatan SPP di kelompok-kelompok yang ada di 13 desa se kecamatan Ngoro. Bahkan bisa dibilang strategi ini adalah strategi kunci karena dengan komunikasi dan hubungan baik diantara pelaku desa terutama kepada Kepala Desa, maka semua komponen pelaku desa ikut bertanggungjawab dan ikut menjaga sistem yang sudah dibangun dan disepakati terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan  SPP di desa masing-masing. (Ch. Chuluk / FK Ngoro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar